0

Memahami Apa yang Diinginkan Siswa

Sering saya greget sama siswa yang sebenarnya mereka mampu memahami dengan lebih cepat, menyelesaikan soal matematika dengan tepat, namun mereka memilih jalan yang lambat, karena keadaan mereka, karena fasilitas yang mereka rasa tak cukup, mereka terpaku dengan angka-angka yang sebenarnya hanya bayangan dan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu mereka pikirkan.

Pada semester ini, saya mencoba menjadi guru yang lebih baik lagi. Saya mencoba menyusun pembelajaran yang lebih bermakna. Saya mengira ini lebih baik sampai saya melalui minggu pertama sekolah di tahun ajaran ini, 2019-2020.

Tahun ajaran sebelumnya saya menyadari bahwa saya lebih banyak memberi kepada siswa, yang berakhir pada siswa terpaku pada cara yang saya berikan. Benar-benar bukan apa yang saya ekspektasikan. Saya ingin siswa saya menjadi pelajar yang kreatif, yang bisa mengembangkan potensinya sendiri, maka dari itu saya memberikan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dapat membuat mereka mengembangkan potensi mereka. Mereka menemukan sendiri konsepnya sambil saya bimbing agar tetap dalam aturan matematika. Kemudian mencoba latihan soal sambil berdiskusi dengan teman-temannya.

Sepertinya kita harus peka terhadap jenis siswa yang kita hadapi. Apakah mereka lebih cenderung menyukai model pembelajaran yang mereka mengeksplor sendiri secara 70% atau 50% atau 25%? Minggu pertama saya mendorong mereka untuk mengekspolor sendiri sekitar 70%. Agar mereka mengoptimalkan kompetensi mereka.

Saya pikir saya bisa mengajak mereka berlari, mengeksplor matematika lebih mendalam dengan mandiri. Sering saya greget sama siswa yang sebenarnya mereka mampu memahami dengan lebih cepat, menyelesaikan soal matematika dengan tepat, namun mereka memilih jalan yang lambat, karena keadaan mereka, karena fasilitas yang mereka rasa tak cukup, mereka terpaku dengan angka-angka yang sebenarnya hanya bayangan dan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu mereka pikirkan.

Saya ingin mendobrak stigma mereka sendiri bahwa hal yang mereka anggap sulit dan tidak bisa itu sebenarnya mereka mampu, jika mereka mau lebih berusaha, lebih sabar dalam belajar, mau menghabiskan waktu yang lebih untuk bisa memahami. Mengapa harus terpaku sama keadaan jika kita sebenarnya bisa mengabaikannya dan fokus terhadap belajar?

Ternyata tidak. Mungkin sepertinya saya harus memahami apa yang sebenarnya yang diinginkan oleh siswa. Model pembelajaran harus disesuaikan oleh materi dan jenis siswanya. Apakah mereka mampu diajak untuk mengeksplor secara mandiri konsep matematika tertentu? Jika mereka mampu, apakah mereka mau? Seberapa besar bantuan guru selama proses pembelajaran? 100%? 75%? 50%? 25%?

Mungkin saja mereka mau, tapi cara saya yang salah. Guru tetap harus jadi fasilitator bagi anak-anak. Minggu depan saya harus mencoba model pembelajaran yang baru agar apa yang dianggap sulit oleh siswa dapat terlihat mudah . Saya juga harus jadi guru yang lebih sabar.

Semoga minggu depan saya berhasil.

Iklan
0

Aksi 22 Mei

Kalo jadi religius membuatmu mudah menghakimi orang lain, kasar, keras dan fitnah. Periksalah! Kamu menyembah Tuhanmu atau egomu?

Omar Imran

Aksi kemarin benar-benar membuat orang lupa bahwa kita sedang berada di Bulan Suci, Bulan Ramadan. Khawatir, sedih, benci, takut, dan segala perasaan negatif muncul di kepala saya. Sebagai muslimah, saya tidak bisa habis pikir bagaimana mereka orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai orang Muslim melakukan hal sebrutal itu di bulan Ramadan. Selupa itu sama Tuhan?

Penelitian saya sempat terhenti ketika selama bulan Maret-April saya lebih tertarik untuk mengulik budaya, politik, sosial, dan sejarah Indonesia di masa lalu. Mulai dari membaca buku karangan Ariel Heryanto berjudul Identitas dan Kenikmatan, menonton video orang-orang yang membicarakan PKI, Kerusuhan 98, dan bagaimana para korban bangkit dari trauma. Memahami politik di Indonesia juga menjadi salah satu usaha untuk memahami bagaimana suatu kebijakan dibuat, siapa yang diuntungkan, siapa yang dirugikan, termasuk dari segi kebijakan dalam sistem pendidikan. Pengaruh politik di Indonesia begitu besar terhadap pembangunan negara ini. Oleh karena itu saya mulai tertarik untuk mencari informasi mengenai politik di Indonesia sejak saat itu.

Aksi 22 Mei 2019 merupakan salah satu efek dari Hasil Pilpres tahun ini. Sebagian besar tergerak akibat kekecewaan terhadap Hasil Pilpres tersebut.

Aksi 22 Mei ini membuat Jakarta rusuh.

7:28 PM 21 Mei 2019 sumber: @akbarry
6:14 AM 22 Mei 2019, sumber: Gofar Hilman

Beberapa kantor diliburkan https://t.co/epz89bRmjL

Pedagang Warung yang Terkena Dampak Penjarahan Ketika Aksi 22 Mei rugi 6 jt atas penjarahan Rokok
Jumlah orang yang meninggal: 6
Ambulan berisi Batu

Aksi ini adalah aksi brutal di Bulan Ramadan. Saya bukan pro kedua kubu, tapi saya memiliki hak untuk tinggal dengan rasa aman di Negeri ini.

Siapa yang menggerakkan masa sebanyak itu? Siapa yang membuat strategi? Jika memang kita berada di Negara Hukum, harusnya terdapat investigasi mengenai aksi 22 Mei bukan hanya berisi perdamaian. Siapa dalangnya? Sebutkan namanya. Harus ada investigasi dan penjelasan yang detail mengenai kejadian ini dari pihak Polri.

Negara harus sadar, di setiap negara/daerah selalu ada pengkhianat yang ingin merusak persatuan negeri untuk meraup keuntungan dan kekuasaan sebesar-besarnya. Negara harus mengakui ada beberapa rakyatnya yang memang menyukai pertikaian, ketidakamanan, dan kerusuhan. Publik berhak tau dan dididik agar kejadian ini tidak terulang kembali, agar rakyat tidak memiliki pemikiran untuk melakukan perbuatan yang sama. Ini momen penting yang bisa diambil agar kita bisa menciptakan perdamaian dan mencegah agar kejadian ini tidak terjadi kembali.

Salam,

Faliqul

0

Apakah Siswa Indonesia Membaca Buku Teks Mereka?

5 Photos of Super-Organized Notes to Give You Studying Inspo | Her Campus
credit: pinterest.com

Di tengah-tengah menganalisis buku teks, aku berpikir seharusnya jika siswa yang memiliki buku paket membaca buku paket mereka dengan baik, mereka akan mudah memahami materi sebelum kelas dimulai. Apakah siswa Indonesia dibiasakan membaca buku teks sekolah sebelum masuk kelas?, pikirku. Karena buku teks-buku teks yang saya analisis cukup mudah dipahami, bagi saya. Saya belum mencobanya pada siswa pada kelas tersebut. Uji coba terhadap siswa juga diperlukan untuk dianalisis apakah bahasa yang digunakan dalam buku teks cukup mudah dipahami oleh siswa seusia mereka atau tidak.

Kesenjangan dan masalah-masalah yang timbul di dunia pendidikan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tanggung jawab semua kalangan masyarakat. Tidak hanya guru yang harus berusaha sekuat tenaga agar semua siswa dapat memiliki pemahaman yang baik, mengurangi adanya miskonsepsi dalam pembelajaran tertentu, siswa juga harus menyadari bahwa mereka butuh belajar.

Pada jaman sekarang, mereka tidak butuh membeli buku sebenarnya. Banyak buku mata pelajaran yang tersedia secara gratis dalam bentuk elektronik. Hanya butuh sedikit usaha, yaitu: mereka membaca buku teks lewat smartphone mereka. Ini sama halnya dengan permainan, mereka tidak perlu keluar rumah untuk bermain dengan teman-teman mereka, siswa dapat bermain dengan teman sebaya mereka lewat permainan online seperti PUBG atau Mobile Legends.

Selain itu, apakah mereka tau ada buku sekolah elektronik?

0

Ada Apa dengan Pendidikan di Singapura?

DqJPogTWoAAiUNY

Terjemahan dari: https://wef.ch/2ISnQtA

Hasil PISA 2016 anak-anak Singapura jauh, bahkan terlampau jauh dibandingkan anak-anak seusia mereka di seluruh belahan dunia. Faktor apa yang mempengaruhi hasil PISA di Singapura?

PISA merupakan program penilaian literasi membaca, matematika, dan sains siswa berumur 15 tahun dari hampir seluruh negara di dunia, termasuk Singapura. Biasanya, hasil PISA ini menjadi salah satu bahan pertimbangan evaluasi sistem pendidikan di dunia. Indonesia juga melakukan perubahan kurikulum menjadi kurikulum 2013 karena hasil PISA tahun 2012 (see here). Baca lebih lanjut

0

Murid-muridku Kelas X MIPA 3 2018/2019

Terima kasih…

Kepada Boris atau Mikail Harits kelas X MIPA 3, telah memiliki hati yang baik, rendah hati, dan selalu bisa diandalkan dalam hal pertemanan. Terima kasih telah memiliki hati yang hangat yang bisa mendekatkan diri pada orang dengan karakter apapun, Ibu bangga memiliki murid sekaligus Ketua Kelas yang memiliki rasa pertemanan yang hebat seperti Boris. Salah satu kejadian yang Ibu ingat tentang Boris adalah ketika Boris mendekati dan belajar bersama dengan Robert, murid paling pendiam di kelas dimana di kelas itu laki-lakinya bringas atau ga bisa diem semua. Hahahahaha. Ibu terkadang kesulitan untuk mengatasi anak pendiam seperti Robert, atau mencari tau kesulitan dia selama belajar. Tapi hari itu Robert sepertinya sedikit down karena cara yang Ia gunakan untuk menyelesaikan suatu soal kurang tepat. Alhamdulillah ada Boris yang bisa mendekati Robert dan belajar dengannya pada hari itu. Setelah itu Robert terlihat ceria kembali. Terima kasih banyak telah membantu Ibu. Semoga Boris tetap menjadi pribadi yang baik seterusnya ^_^

Kepada Salman atau Muhammad Salman Satria Agung, yang telah membantu Ibu mentransferkan ilmu-ilmu matematika kepada teman-teman sekelasnya. Tidak hanya matematika, waktu itu Ibu juga memperhatikan Salman membantu teman-temannya belajar Fisika sebelum ulangan. Ibu percaya bahwa jika Salman terus menerus melakukan hal itu, tidak hanya membantu teman-teman mudah memahami, namun Salman juga akan memahami dan mengingat Ilmu tersebut lebih lama. Terima kasih banyak. Semoga ilmu Salman barokah ^_^

Kepada Faishal atau Ahmad Faishal, telah menjadi pribadi yang jujur, sopan, dan santun. Ibu selalu percaya bahwa anak-anak seperti Faishal akan tumbuh menjadi orang yang hebat dan bisa diandalkan oleh orang banyak. Terus belajar agama sesuai keinginanmu ya, Ical! Semoga di masa mendatang Ical bisa berguna untuk orang banyak.

Nanti dilanjutkan lagi ya ^_^

Kutipan
0

Pagi di hari Minggu ini diawali dengan privat Fira, anak kelas 9 SMP yang memiliki semangat tempur luar biasa dalam belajar. Jam 8 kurang 10 aku sudah sampai di rumahnya. Kami mendiskusikan tentang persamaan kuadrat dan bagaimana cara mencari persamaan kuadrat baru. Dia mau ulangan harian hari senin. Jam setengah 10 aku sudahi pertemuan hari ini.

Lalu aku lanjut ke KFC Sukawangi menemani Marsha dan Nanay belajar Transformasi Geometri untuk ulangan harian besok.

Kegiatan ini belum selesai. Nanti jam 2 dilanjutkan dengan rapat MPFest oleh GPYI di Balkot. Wohoo.

Jam 5 ada privat sama Zaki. Emejing emang kegiatanku akhir akhir ini. Tapi tetap saja.

Berhenti bukan pilihan. Belum saatnya. Memang keinginanku untuk memiliki kegiatan sepadat ini.