Kutipan
0

Aku yang salah,

Memeluk hal-hal rumit.

Memiliki pola pikir yang seperti ini.

Selalu memikirkan hal-hal yang harus dipertimbangkan sebelum melakukan suatu hal yang seringkali berakhir untuk tidak melakukan hal tersebut.

Iklan
Kutipan
0

Bersyukurlah dari hal yg mudah dirasakan sehari hari
1. punya teman yg mau menemanimu, atau setidaknya mau mendengarkan semua keluhanmu tentang dunia ini, meskipun dia tak selalu bersamamu setiap saat.
2. punya orang2 yang mau mengingatkanmu tentang hal hal kecil, sekedar ingin memberi tahu saja, makin hari makin banyak orang yang tidak peduli. jadi bersyukurlah jika ada yang mengingatkan untuk menjadi lebih baik, itu artinya dia peduli denganmu.
3. bersyukur masih bernafas. artinya masih diberi kesempatan untuk menjadi lebih baik setiap waktunya. dibandingkan melakukan hal yang terbaik, yang kita tidak tau bentuknya seperti apa, better is better than the best. kita bisa memulainya dengan memperkecil jumlah kesalahan kesalahan yg kita lakukan selama ini.
itu saja pengantar tidur malam ini.
oyasuminasai~

0

Being Good Math Teacher.

In every monday, I teach math in Grade 10th of 2.
Last week, I asked two students went out from my class because they kept talking when I try to explain the material in front of class.
After 5 minutes, they came back, and the female student said sorry to me.

And, today, she is more calm than last week. However, there are some female pupils keep talking when I am writing some math problems in front of class. I try to be more patient today, so I do not reprimand them at first. A few times, some their friends start to warn them to not make noisy. I think it disturbs them.

I keep writing at that time until one of them laugh loudly. Then, I criticize them by, “I feel guilty to your friend whom I asked to go out last week just because she keep talking, and it was a little bit. And all you keep talking and do not feel ashamed at all? Why all you do not feel ashamed to her with your noisy?”

After that they concentrate to do their work.

I know that I am little bit strict teacher. But I believe that doing math needs more attention and concentration. I want them understanding the material, vector, reasoning math, and applying the concept to solve similar problems.

Kutipan
0

What is the meaning of being our selves

If we always try to be better person every day

If we always stress because something imperfect

If we always try to cover up our shortcomings

If  we cannot show what the colour of ours.

0

Kuliah Landasan Pedagogik dengan Prof Uman

Banyak hal yang terjadi pada hari Jumat kemarin itu. Pukul 13.00 saya harus ke tempat Bimbel untuk mengikuti UKG (Ujian Kompetensi Guru) hingga pukul 14.36. Kemudian saya langsung meluncur ke Kampus UPI tercinta, tepatnya di FPMIPA-B ruang B108.

Saya sampai di depan ruangan pukul 15.06, dimana Bapak sudah duduk manis sambil mengabsen mahasiswa. Deg-degan takut dimarahi segala macem, takut diusir, takut ga boleh masuk kuliah beliau lagi 😥

Ditambah lagi posisi pintu masuk sekaligus pintu keluar itu berada di bagian depan kelas.  :’)

Saya mencoba berkomunikasi dengan teman yang paling dekat dengan pintu. Aku masih boleh masuk ga? tanyaku. Mereka memberi syarat dengan menggerakkan tangan mereka agar aku masuk.

Akhirnya aku masuk ke dalam ruangan sambil menyapa Bapak. Untungnya, masih ada kursi kosong :’)

Aku duduk sambil menunggu namaku dipanggil. Setelah itu, Bapak memberikan banyak pesan moral. Seperti sikap, pengetahuan, pola pikir, dan perbuatan harus linier harus linier.

Contohnya, Kiai, kiai itu adalah contoh seorang manusia yang pengetahuan, sikap, dan perbuatannya linier. Linier itu tidak melulu soal pengetahuan.

Peraturan bahwa untuk menjadi Dosen itu harus linier, tidak hanya berlaku pengetahuannya harus mendalam. Tapi perbuatan, sikap, dan pengetahuannya harus linier juga. Yang membedakan orang yang bergelar dan tidak bergelar pendidikan adalah pola pikirnya.

“Jangan mengatakan apa yang tidak kamu lakukan. ” kata Bapak seperti itu.

Selain itu, Guru atau Doesen juga harus memperhatikan penampilan. Cara berpakaian misalnya. Ketika Bapak menyinggung tentang pakaian, Bapak mengomentari teman sebelahku, “Kayak dia, kerudung coklat tua dengan (baju) coklat muda. Kalo kamu (mengarah ke aku), emang cocok kerudung abu-abu sama baju putih biru?”

“Iya Pak? Cocok cocok aja Pak.” sambil cengar cengir. Bapak, saya memang orangnya ngasal kalo milih baju. Namun sejak menjadi Guru, saya sudah dan sedang berusaha mencocokkan warna baju-kerudung-dan rok saya setia pergi ke sekolah. 🙂

Salah satu hal yang sangat saya sukai dengan Pak Uman adalah Bapak orangnya humoris sekali. Selalu ada saja celoteh celoteh humoris yang bapak sampaikan sehingga audiens selalu antusias menjadi pendengar beliau.

Kata Bapak, kita tetap harus memperhatikan siapa pendengar kita. Bedakan bentuk humor saat kepada Mahasiswa S2 dan kepada Dosen atau Kyai. Karena apa yang kita ucapkan mencerminkan pengetahuan dan pola pikir kita. Bahkan menurutku, apa yang kita ucapkan akan membawa nama baik kita sendiri.

Terkadang, Baiknya kita di depan orang akan membawa banyak nama. Nama tempat kita belajar, nama guru kita, dan nama orang tua kita. Dan berlaku juga sebaliknya.

Banyak hal yang diperoleh ketika kuliah dengan Bapak. Kuliah dengan beliau tidak hanya belajar bagaimana menjadi guru atau dosen yang baik, melainkan juga bagaimana menjadi manusia yang berperilaku manusiawi.

Terima kasih, Pak. Semoga Bapak dan Keluarga sehat selalu. Amiiin. ^_^