0

Kerangka Kerja untuk Memandu Pendidikan Menanggapi Wabah COVID-19 2020

sumber: https://asset.kompas.com/crops/rObWv0Lmt0-K-I57U3-wMZR4e50=/0x39:1280×679/750×500/data/photo/2020/05/02/5eacd6d14dd62.jpeg

Dampak dari wabah Covid 19 ini bukan hanya masalah Kesehatan Masyarakat. Pandemi ini, serta tanggapan yang diperlukan untuk mengatasinya, akan berdampak pada kehidupan sosial, ekonomi dan politik. Pembatasan sosial (social distancing) juga telah mempengaruhi pendidikan pada semua level dan akan berlanjut hingga setidaknya selama beberapa bulan, bagi siswa dan guru yang tidak mampu bertemu secara fisik di sekolah dan universitas.

Baca lebih lanjut
0

Nimna Book Cafe

If you want to go to a calm and cozy place to take a break from your busy mind. You can come here.

Faliqul Jannah Firdausi

Hari ini pukul 09.10 waktu Bandung bagian Gegerkalong, saya pergi ke Nimna Book Cafe. Sebenarnya, sudah lama saya ingin mengunjungi cafe ini, hanya saja waktunya selalu tidak tepat. Setelah dari kampus bertemu salah satu dosen pukul 08.30, saya juga harus bertemu dengan dosen lainnya pukul 11.00. Dibandingkan pulang, saya memilih untuk mengunjungi tempat ini.

Cafe ini terletak di Jl. Sukahaji No.126, Sukarasa, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40152. Jika dari Gegerkalong Hilir, letaknya di sebelah kiri jalan.

Ini adalah Rak Buku yang ada di dinding-dinding cafe
Baca lebih lanjut
0

Identitas Euler: Persamaan Paling “Nyentrik”

e^{i\pi }+1=0

Identitas Euler merupakan sebuah persamaan yang ditemukan dalam bidang matematika dan dapat disandingkan dengan puisi Shakespeare dan dapat digambarkan sebagai persamaan paling nyentrik. Hal ini merupakan kasus khusus dari persamaan dasar dalam aritmetika kompleks yang disebut Rumus Euler, Richard Feynman menyebutnya sebagai “our jewel” dan “rumus paling luar biasa dalam matematika”.

Baca lebih lanjut
3

Memahami Apa yang Diinginkan Siswa

Sering saya greget sama siswa yang sebenarnya mereka mampu memahami dengan lebih cepat, menyelesaikan soal matematika dengan tepat, namun mereka memilih jalan yang lambat, karena keadaan mereka, karena fasilitas yang mereka rasa tak cukup, mereka terpaku dengan angka-angka yang sebenarnya hanya bayangan dan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu mereka pikirkan.

Pada semester ini, saya mencoba menjadi guru yang lebih baik lagi. Saya mencoba menyusun pembelajaran yang lebih bermakna. Saya mengira ini lebih baik sampai saya melalui minggu pertama sekolah di tahun ajaran ini, 2019-2020.

Tahun ajaran sebelumnya saya menyadari bahwa saya lebih banyak memberi kepada siswa, yang berakhir pada siswa terpaku pada cara yang saya berikan. Benar-benar bukan apa yang saya ekspektasikan. Saya ingin siswa saya menjadi pelajar yang kreatif, yang bisa mengembangkan potensinya sendiri, maka dari itu saya memberikan LKS (Lembar Kerja Siswa) yang dapat membuat mereka mengembangkan potensi mereka. Mereka menemukan sendiri konsepnya sambil saya bimbing agar tetap dalam aturan matematika. Kemudian mencoba latihan soal sambil berdiskusi dengan teman-temannya.

Baca lebih lanjut
0

Adik Bertanya Tentang Aksi 22 Mei

Adik saya berumur 17 tahun. Laki-laki remaja yang sangat ingin tahu tentang keadaan politik di Indonesia. Ini karena teman-temannya di Pesantren selalu membicarakan hal tersebut. Entah mana yang benar mana yang tidak benar dari kabar-kabar itu.

Aksi 22 Mei menjadi topik pembicaraan saya dan adik saya kemarin di telepon. Dia sering menelpon akhir-akhir ini. Tentang apapun. Yang mengagetkan saya adalah ceritanya tentang teman-temannya yang ke Jakarta dan diijinkan oleh Kyai.

Baca lebih lanjut