Aksi 22 Mei

Kalo jadi religius membuatmu mudah menghakimi orang lain, kasar, keras dan fitnah. Periksalah! Kamu menyembah Tuhanmu atau egomu?

Omar Imran

Aksi kemarin benar-benar membuat orang lupa bahwa kita sedang berada di Bulan Suci, Bulan Ramadan. Khawatir, sedih, benci, takut, dan segala perasaan negatif muncul di kepala saya. Sebagai muslimah, saya tidak bisa habis pikir bagaimana mereka orang yang mengatasnamakan dirinya sebagai orang Muslim melakukan hal sebrutal itu di bulan Ramadan. Selupa itu sama Tuhan?

Penelitian saya sempat terhenti ketika selama bulan Maret-April saya lebih tertarik untuk mengulik budaya, politik, sosial, dan sejarah Indonesia di masa lalu. Mulai dari membaca buku karangan Ariel Heryanto berjudul Identitas dan Kenikmatan, menonton video orang-orang yang membicarakan PKI, Kerusuhan 98, dan bagaimana para korban bangkit dari trauma. Memahami politik di Indonesia juga menjadi salah satu usaha untuk memahami bagaimana suatu kebijakan dibuat, siapa yang diuntungkan, siapa yang dirugikan, termasuk dari segi kebijakan dalam sistem pendidikan. Pengaruh politik di Indonesia begitu besar terhadap pembangunan negara ini. Oleh karena itu saya mulai tertarik untuk mencari informasi mengenai politik di Indonesia sejak saat itu.

Aksi 22 Mei 2019 merupakan salah satu efek dari Hasil Pilpres tahun ini. Sebagian besar tergerak akibat kekecewaan terhadap Hasil Pilpres tersebut.

Aksi 22 Mei ini membuat Jakarta rusuh.

7:28 PM 21 Mei 2019 sumber: @akbarry
6:14 AM 22 Mei 2019, sumber: Gofar Hilman

Beberapa kantor diliburkan https://t.co/epz89bRmjL

Pedagang Warung yang Terkena Dampak Penjarahan Ketika Aksi 22 Mei rugi 6 jt atas penjarahan Rokok
Jumlah orang yang meninggal: 6
Ambulan berisi Batu

Aksi ini adalah aksi brutal di Bulan Ramadan. Saya bukan pro kedua kubu, tapi saya memiliki hak untuk tinggal dengan rasa aman di Negeri ini.

Siapa yang menggerakkan masa sebanyak itu? Siapa yang membuat strategi? Jika memang kita berada di Negara Hukum, harusnya terdapat investigasi mengenai aksi 22 Mei bukan hanya berisi perdamaian. Siapa dalangnya? Sebutkan namanya. Harus ada investigasi dan penjelasan yang detail mengenai kejadian ini dari pihak Polri.

Negara harus sadar, di setiap negara/daerah selalu ada pengkhianat yang ingin merusak persatuan negeri untuk meraup keuntungan dan kekuasaan sebesar-besarnya. Negara harus mengakui ada beberapa rakyatnya yang memang menyukai pertikaian, ketidakamanan, dan kerusuhan. Publik berhak tau dan dididik agar kejadian ini tidak terulang kembali, agar rakyat tidak memiliki pemikiran untuk melakukan perbuatan yang sama. Ini momen penting yang bisa diambil agar kita bisa menciptakan perdamaian dan mencegah agar kejadian ini tidak terjadi kembali.

Salam,

Faliqul

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s