Jatuh yang Memalukan

Minggu, 25 Mei 2014 17:47

Tadi aku habis jatuh di depan ssebuah kios toko dekat rumah kontrakanku. Begini ceritanya.

Waktu itu hujan deras sekali, jadi meskipun itu hanya sekitar 5 meter-an dari kosan, aku memakai payung untuk kesana. Aku memakai rok yang kebesaran. Jadi tangan kiriku memgang rok agar tidak kebasahan dan tangan kiriku memegang payung. Sesampai di sana, ada seorang anak kecil yang biasanya menjaga toko itu kalau sudah agak malam. Aku membeli dua air mineral 1,5 L dan 1 buah tek kotak. Kembaliannya adalah 1 uang koin 500. Aku masukkan ke dalam tas kresek. Tangan kiriku yang tadi dibuat memegang rok akhirnya dipakai untuk memegang beanjaan aku.

Aku melihat ada laki-laki yang aku kira teman aku, Ridwan. Dia memakai payung berwarna hijau. Dia melewati kios. Saat aku ingin turun ke jalan (karena kiosnya agak lebih tinggi tempatnya dari jalan), rok aku ke sangkut. Entahlah aku ga yakin kesangkut apaan. Dan akhirnya, aku terjatuh! Payungku terbang. Belanjaanku jatuh berantakan, sampai-sampai uang koin 500 keluar juga. -__-

Dan laki-laki yang tadi aku lihat itu menghampiriku, mengambil payungku yang terbang lalu memayungiku sambil membantuku mengambil belanjaanku yang kececeran. Lututku sakit. Perih. Malu. Saking sakit dan malunya, aku tidak langsung berdiri. Sempatnya aku berfikir, kenapa ini seperti di drama korea gitu ya? Perlahan aku berdiri dan mengambil uang koin 500 yang belum diambil itu. Aku meringis kesakitan. Anak kecil penjaga toko itu sampai khawatir, “Teteh kenapa? Teteh? Teteh?” dari kiosnya. Laki-laki itu tetap memayungiku. Aku malu melihat wajahnya sebenarnya. Tapi mau gimana lagi. Dia menyerahkan payungku dengan tangan kirinya dan belanjaanku, “Teteh gapapa?” tanyanya sambil tersenyum menahan ketawa. Sambil meringis karena malu, “Gapapa” aku mengambil payungku dan belanjaanku. Rokku basah! Maluuuuu!!!!! Dan sesampai di kosan, aku melihat lututku, dan ternyata berdarah 😥 Huhhuhu. Jatuh yang Memalukan. Perih yang di lutut ini, terakhir aku rasakan waktu aku masih duduk di kelas SD. Kenapa saat berumur 18 tahun dan sudah duduk di bangku kuliah semester 4.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s