Ainun’s Wedding

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Baiklah, kali ini penulis akan bercerita tentang teman sekelas penulis yang menikah pada hari Minggu, 21 Februari kemarin. Namanya Ainun Karimah. Sepertinya namanya, matanya indah sekali. Dia adalah orang yang pertama nikah di kelas kita. Akhirnya kita satu kelas dan beberapa teman-teman matematika lainnya menyewa bis mini untuk pergi ke Jakarta mengikuti Akad Nikah dan Resepsi Pernikahan Ain. Jumlah orang yang ikut sekitar 35 orang. Kita akan berangkat pukul 03.50 dari Bandung.

Pagi-pagi buta, sekitar jam 2 aku sudah dibangunkan oleh teman satu kontrakanku, yaitu Mbakmay. Padahal baru tidur jam setengah 1. 😦 tapi yasudahlah daripada terlambat. Akhirnya sekitar jam 3.30 pagi, aku, Rina, Syifa, dan Mbakmay berangkat ke Masjid Alfurqon, masjid kampus. Jreeng jreeeng, waktu udah nyampe di depan Alfurqon eh ternyata cuman ada Lae, Boni, sama Nida -_- dan bisnya juga udah ada. On Time Binggo 🙂

Jam setengah 5 kita baru kumpul semuanya. Akhirnya, karena udah adzan subuh, kita memilih solat subuh dulu. Habis solat subuh, kita cuss deh ke Jakarta. Oh Yeaaaah.

Kenapa kita berangkatnya pagi banget padahal acaranya mulai jam 10.00? Soalnya supir bisnya gatau tempatnya dimana dan perkiraannya Jakarta bakal macet. Namun.. kita datang jam 08.00. 😀 Alhasil kita menunggu 2 jam dengan berfoto-foto ria, benerin make up, mengecek segalanya.

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul 10.00, kami mulai mengantri untuk memasuki ruangan. Tamu laki-laki dan perempuan dipisah. Benar-benar dipisah. Ada hijab ditengahnya. Mungkin untuk menghindari tamu laki-laki bersalaman dengan pengantin perempuan ataupun sebaliknya. Dekorasi ruangannya juga tak kalah indahnya.

Tibalah waktu yang ditunggu-tunggu. Ainun masuk ke dalam ballroom (bener ga ya itu namanya ballroom :3 , intinya mah itu tempat nikahnya). Ainun memakai gaun putih dengan perpaduan warna hijau toska. Hijab yang digunakan Ainun ada mahkota putihnya. Cantik sekali. Ainun memasuki ruangan dengan didampingi oleh Ibu dan Kakaknya yang kemudian diganti oleh Ibu Mertuanya. Kemudian diiringi dengan rombongan keluarganya.

Beberapa saat kemudian, tibalah waktu akad nikah. “Saya terima nikahnya Ainun Karimah …..” “Sah?” “Saaaaah” Entah kenapa, rasanya ingin menangis. terharu. Bahkan ada beberapa teman yang benar-benar menangis. “Kami ikut bahagia, Ain.” mungkin itu yang mereka rasakan.

Setelah acara akad nikah tibalah saat resepsi. Pihak keluarga Ain mempersilahkan para tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang disediakan. Setelah mencicipi Zuppa Soup, kami langsung mengantri untuk berfoto dengan Pengantin yang sedang bersuka hati itu. Tak lupa pula kami berfoto. Setelah berfoto, kami makan nasi. Nyam nyam nyam.

Setelah mencicipi beberapa hidangan, kami pamit untuk pulang. Karena Ain masih menyalami tamu undangan kami pamit menggunakan bahasa isyarat dari kejauhan. Setelah itu, kami solat dzuhur.

Kemudian, kami langsung cuus ke Kota Tua. Disana panas sekali. Benar benar panas. Harga minuman dingin menjadi 2x lipat. Ada yang mencoba sepeda onthel, ada yang berfoto-foto ria, ada yang mengunjungi Museum Seni dan Keramik.

Setelah bermain di Kota Tua, kami pergi solat ashar. Setelah solat ashar, kami kembali ke Bandung.

Iklan

Satu respons untuk “Ainun’s Wedding

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s