Kutipan
0

Seperti biasa, setiap senin pukul 14.00 aku pergi ke Dago untuk les bahasa Jepang. Banyak orang bertanya seperti ini, kenapa belum seminar proposal? Kamu sibuk apa? Kamu lebih milih fokus bahasa jepang ya? kamu ngapain sih belajar bahasa Jepang? Bukannya malah fokus sama skripsi.

Kursus bahasa Jepang membuatku lebih rileks untuk menghadapi kenyataan bahwa aku tidak jadi berangkat ke Malaysia untuk kedua kalinya dan tidak berangkat untuk mempresentasikan hasil penelitianku yang ketiga kalinya. Sakit hati? Ya, sakit hati sekali. Sampai-sampai aku tidak tau harus melakukan apa. Skripsi? Aku kehabisan ide. Padahal ide itu akan datang dengan sendirinya jika kita yang memaksanya untuk datang. Teman-teman mulai bertanya aku kenapa. Aku hanya bisa menjawabnya dengan senyuman palsu.

Aku baru sadar bahwa tulisan ilmiah (skripsi) ini harus diselesaikan saat Dosen Pembimbingku, Bu Aan Hasanah akan berangkat umroh dan akan kembali ke Bandung tanggal 5 Maret. Lalu aku harus bagaimana? Masih ada Prof. Yaya yang menjadi Dosen Pembimbing I ku. Aku harus mendapatkan tanda tangan beliau sebelum Bu Aan kembali ke Indonesia.

Tak apa. Meskipun aku lebih lambat daripada teman-temanku yang lain. Tak apa :’) yang terpeenting adalah sekarang aku semangat mengerjakan skripsweetie ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s