Bolehkah aku tidak menunggu?

Bolehkah aku tidak menunggu?
Bolehkah aku berhenti menatapmu?
Bolehkah aku mengabaikan petunjukmu?
Bolehkah aku memperhatikan yang lain?
Bolehkah aku memilih berhenti mengagumimu?
Atau,
Aku mengikuti petunjuk yang kau berikan,
Menyapamu, begitu?
Setelah itu apa?
Setelah aku menyapamu, apa yang akan terjadi?
Akankah kita menjadi dekat?
Aku hanya ingin menjadi temanmu, tak lebih.
Hanya ingin mengenalmu secara langsung.
Bukan dari “kata mereka”. Hanya itu.

-Tesla.Alfirdausi-

Iklan

6 respons untuk ‘Bolehkah aku tidak menunggu?

  1. ohh yang ini pak..
    Aku Ingin
    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan kata yang tak sempat diucapkan
    kayu kepada api yang menjadikannya abu.

    Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
    dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
    awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s