Dia Potong Rambut.

Hari ini setidaknya aku melihat bayangannya, sayangnya tidak. Katanya dia akhir-akhir ini terlihat cakep, karena dia telah potong rambut. Sepertinya aku memang harus berubah jadi Faliq yang baik hati dulu, Faliq yang memiliki berat badan 37-39 kg, baru aku berasi muncul di depannya. Sebelum itu terjadi, sementara, aku tidak bertemu dengannya lebih dahulu. Tetapi, bukan berarti aku ingin memiliki hati yang baik karena dia. Aku ingin kurus karena dia. Bukan. Aku melakukan itu semua juga untuk diriku. Sudah cukup aku memiliki hati yang buruk, hati yang selalu egois, iri, dan lain-lain. Sudah 17 tahun aku memiliki hati yang seperti itu dan itu melelahkan. Sekarang aku harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru. Hati yang fresh dan yang tidak menyakiti orang. Jika aku sudah tidak menyakiti orang, maka aku sudah membuat orang di sekitarku senang karena kehadiranku.

Kehadiran dia di pikiranku membuatku semangat untuk menjadi yang lebih baik. Aku anggap dia sebagai hadiahku dari Allah nanti jika aku sudah berhasil. Jika pada saat aku sudah memiliki sepotong hati yang baru, dia sudah ada yang memiliki, dia sedang jatuh cinta dengan orang lain, mungkin aku akan mendapatkan hadiah yang lebih baik daripada dia. Atau, jika memang dia hadiahku, nanti waktu yang akan mendekatkan kita.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s