Melati Merindukan Tom

Image

Melati Merindukan Tom. Malam ini, Melati mendapat pesan pendek (SMS) dari sahabatnya, Dini.

Melaaatiii, huuaaaa ada yg harus dceritakan, tntg Kupu-kupu…. 😀 😀

Hari ini ketemuuu, duduk sampingan, ngobrol, ktwa bring, huaaaahahaha. >.<

 Melati tersenyum saat membaca pesan teks itu.

Aku ikut senang, Teman. Meskipun sebenarnya aku iri denganmu.

Aku ingin berkomunikasi dengan baik dengan Senja, sebutan untuk Tom.

Bisa mengobrol dengannya seperti yang kamu lakukan dengan Kupu-kupu, sebutan untuk pujaan hati Dini.

Aku juga ingin bercanda dengannya,

Melati Merindukan Tom.Melati bergumam sambil membayangkannya. Membayangkan Tom berbicara dengannya. Namun, Melati tahu diri. Berbicara dengan orang yang disekitarnya saja dia masih blepotan. Terkadang orang-orang tidak mengerti apa yang dia katakan. Tutur kalimatnya masih tidak teratur. Karena itu, dia tak berani mendekati Tom. Dia masih belum siap. Belum siap ditolak, diacuhkan. Bersyukur Melati masih bisa melihat Tom. meskipun untuk Semester ini lebih jarang daripada semester sebelumnya.

Melati Merindukan Tom. Sekarang sudah memasuki pekan sunyi. Malam senin tepatnya. Mungkin hari Selasa minggu kemarin adalah hari terakhir Melati melihat Tom di Semester tiga ini. Melati bersyukur masih diizinkan Tuhan untuk melihat wajah Tom, mendengar suara Tom, saat Melati tak sengaja satu lift dengannya. Saat itu Melati dan Tom sangat dekat jaraknya. Melati masih bersyukur meskipun sebenarnya Melati ingin lebih dari itu semua. Tetapi melihat wajahnya saja, itu suatu kesenangan yang dapat membuat Melati tersenyum sepanjang hari, dan dia akan bercerita kepada orang-orang disekitarnya, terutama orang-orang yang tinggal satu kosan dengannya.

Melati Merindukan Tom. Nama samaran untuk Tom adalah Senja. Karena dia sering bertemu dengannya di semester ini di waktu senja. Dan seringkali hujan ikut menjadi backgroundnya. Lucu kan? 🙂 Pernah Melati mengirim pesan kepada Tom sebagai bentuk perkenalan via sosial media. Kurang lebih isinya seperti ini.

Hai, Tom! Aku Melati.

Pesan itu terkirim, akan tetapi esoknya langsung dihapus oleh Melati. Dia malu. Melati mulai menyalahkan dirinya, dan merasa melakukan sesuatu yang sangat bodoh.

Maafkan aku, aku menyesal mengirim pesan itu, maaf menggagumu. sekali lagi maaf menggagumu. aku tak akan menyebut namamu lagi, tak akan meminta mereka bercerita tentangmu lagi, maaf. maaf. maaf. maaf. Anggap pesan itu bukan aku yang mengirimnya, anggap saja fbku dibajak.

Melati Merindukan Tom. Sampai-sampai, malam minggu kemarin dia membuat Puisi untuk Pertemuan di Semester tiga ini.

-Senja Beraroma Hujan-

Sejuknya menghilangkan penat

Hangatnya membangkitkan jiwa

Akan tetapi, cukup sudah.

Waktu menghancurkan pertemuan ini.

Selasa itu, menjadi hari terakhir aku

merasakan senja beraroma hujan

di musim penghujan tahun ini,

Berharap musim depan, kami lebih sering

bertemu, dengan sesuatu yang lebih pasti.

Hanya itu. Hanya itu. Hanya itu.

Iklan

Satu respons untuk “Melati Merindukan Tom

  1. Ping-balik: Pemblokiran | Dunia Faliq

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s